| AUDIENSI: Direktur P2MKJN Kemenkes RI Celestinus Munthe berbincang dengan Gubernur Kalbar Sutarmidji saat audiensi di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (19/10). |
PONTIANAK, RANSEL – Kementerian Kesehatan menengarai ada kenaikan angka gangguan jiwa pada masyarakat sebagai dampak dari pandemi. Hal itu diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA (P2MKJN) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, Celestinus Munthe. Munthe berkunjung ke Pontianak beraudiensi dengan Gubernur Kalbar, Sutarmidji pada Selasa, 19 Oktober 2021.
“Kemenkes meminta dukungan penguatan layanan kesehatan dan jiwa masyarakat di Puskesmas,” kata Munthe usai bertemu Gubernur Kalbar.
Munthe menambahkan, audiensi bertujuan membahas masalah kesehatan jiwa dan NAPZA. Sekaligus meminta dukungan Pemerintah Kalbar terkait hal tersebut. “Ada hal-hal yang kami harapkan terkait penguatan pelayanan. Pak gubernur sudah sangat memahami masalah,” terangnya.
Munthe mengatakan, Kalbar telah mengambil langkah pengobatan yang cukup efektif, yakni layanan pengobatan yang sudah di RSJ. “Hal seperti itu yang kami harapkan. Untuk ke depannya, obat dan kontrol pasien dapat dilakukan di Puskesmas, sehingga, masyarakat dapat mengambil obat di Puskesmas. Hal ini sangat mendukung peningkatan kesehatan dan jiwa di Kalbar,” ujarnya.
Selain itu, Celestinus menilai layanan kesehatan RSJ di Kalbar sudah cukup baik. Seperti halnya keberadaan RSJ Provinsi Kalbar yang sudah memenuhi standar dan sudah melaksanakan upaya rehabilitasi.
Gubernur Kalbar Sutarmidji berharap pihak terkait bisa terus memberikan edukasi serta pemahaman terhadap masyarakat dan keluarga dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Terutama untuk dapat menerima keberadaan pasien yang sudah dipulangkan.
Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi yang menelantarkan atau tidak mau menerima keberadaan anggota keluarga yang ODGJ. "Sosialisasi kepada masyarakat berkenaan dengan ODGJ harus ditingkatkan untuk mengurangi angka kambuh pasien yang sudah dirawat. Hal ini dapat mengurangi angka gangguan kesehatan dan jiwa,” harapnya.[01/db]