MANDOR, RANSEL - Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen Sulaiman Agusto dan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus meletakkan batu pertama pembangunan pagar gereja Paroki St. Paulus dari Salib Mandor, Kalimantan Barat. Pangdam diwakili Irdam XII Tanjungpura, Brigjen Widhioseno, Senin 8 November 2021.
Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus berterima kasih atas kemanunggalan TNI dan masyarakat khususnya umat Katolik di Paroki Mandor.
"Ini sinyal adanya kedekatan dan hubungan baik antara Keuskupan dan Kodam XII Tanjungpura," kata Mgr. Agus.
Uskup juga menyampaikan syukur karena Kodam XII Tanjungpura merespon secara positif keinginan umat Katolik di Paroki St. Paulus dari Salib Mandor untuk menggunakan lahan milik TNI sebagai lahan yang digunakan secara bersama.
Gereja Mandor jadi Pusat Paroki
Uskup Agung Pontianak mengisahkan secara singkat perkembangan umat dan gereja di wilayah Mandor tersebut. Mgr Agus mengatakan pada 15 April 2020, Mandor resmi menjadi pusat paroki, kalau di pemerintahan maka paroki diibaratkan kabupaten atau kecamatan.
"Dulu Gereja Mandor hanya melayani umat yang ada di Mandor. Namun sekarang sebagai pusat paroki menjadi pusat untuk melayani seluruh umat katolik yang berada dalam wilayah kecamatan Mandor yang sampai saat ini ada 34 kampung dengan umat Katolik kurang lebih 14.000 orang, " kata Uskup Agustinus.
Uskup Agustinus menceritakan bahwa sebelumnya Mandor dilayani oleh Paroki Sungai Pinyuh, tetapi setelah menjadi paroki, maka wilayah tersebut sebagian yang dari Sungai Pinyuh di ambil 15 Kampung kemudian ditambah 28 kampung yang dulu dilayani dari Paroki Pahauman.
Uskup Agustinus melihat dan mengantisipasi kedepan bahwa lokasi gereja ini pasti tidak akan cukup. Karena selama ini tempat parkir hanya berada di area kecil sekitar gereja. Namun karena kegiatan dan umat yang semakin bertambah kemudian muncul keinginan umat untuk melebarkan dan meluaskan gereja ini.
"Untuk itulah, kami mengajukan permohonan kepada pihak TNI khususnya Kodam XII Tanjungpura untuk bisa digunakan tempat ini sebagai tempat yang digunakan secara bersama-sama," ujar Uskup Agustinus.
Sejalan dengan itu, lahan yang dipakai hanya digunakan untuk lahan parkir. Dalam pembicaraan sebelumnya memang pihak Keuskupan bersedia untuk mempersiapkan seluruh material untuk membangun, jadi bukan hanya pagar tetapi termasuk tempat parkir.
Kemanunggalan TNI dengan umat Katolik
Mgr Agustinus Agus mengaku bagi dirinya pribadi mungkin ini pertama kali terjadi. Karena adanya kerja sama yang nyata yaitu saling mendukung dan dalam hal ini adalah kemanunggalan TNI bersama masyarakat serta umat Katolik di Paroki St. Paulus dari Salib Mandor.
Bagi Mgr Agustinus Agus hal itu bukan hanya sekadar pagar namun simbolis mengandung makna relasi yang lebih mendalam.
Uskup Agung Pontianak menggarisbawahi bahwa peristiwa ini menunjukkan bahwa kehadiran TNI bersama masyarakat jauh lebih punya makna daripada sekadar tempat pagar dan tempat parkir.
Mgr Agustinus Agus mengajak semua hadirin untuk berdoa bersama agar kebersamaan untuk rencana yang sudah ditetapkan dapat ditindak lanjuti demi kepentingan bersama.
"Bukan hanya untuk masyarakat Katolik, tetapi untuk seluruh masyarakat Mandor khusus dimana antara TNI dan Masyarakat sungguh memiliki kerja nyata," tambah Uskup Agustinus.
Irdam XII Tanjungpura, Brigjen Widhioseno menyampaikan mohon maaf karena Pangdam tidak bisa hadir dalam acara ini. "Namun seogianya Pangdam sangat ingin hadir di Mandor tapi karena tugas dari komando atas maka dengan mohon maaf yang sebesar-besarnya beliau tidak bisa hadir dan diwakilkan kepada saya," kata Widhioseno.
Pihaknya bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena tercapainya kesepakatan bersama antara Kodam XII Tanjungpura dengan Keuskupan Agung Pontianak tentang penggunaan lahan dan lebih lagi untuk kepentingan bersama bagi masyarakat Paroki Mandor.
Hal ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan kesatuan sebagai bentuk dan bukti kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Berkaitan dengan penandatanganan perjanjian kesepakatan bersama, diharapkan masing-masing pihak bisa berkomitmen dan mengimplementasikan poin-poin dalam perjanjian bersama tersebut.
Pangdam berharap dengan adanya pembangunan ini dapat memberikan rasa nyaman aman dan hikmah bagi jamaah saat beribadah sehingga bisa meningkatkan keimanan dengan Tuhan.
Pangdam juga berdoa semoga pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar dan aman.
Setelah sambutan kegiatan itu ditandai dengan meletakan batu pertama pembangunan dan penandatanganan prasasti oleh Mgr Agustinus Agus sebagai Uskup Agung Pontianak dan di paraf oleh Brigjen TNI Irdam Widhioseno yang mewaliki Pandam XII Tanjungpura disaksikan oleh tamu undangan dan tokoh masyarakat.
Luas lahan yang nantinya akan digunakan secara bersama kurang lebih 200 meter persegi. Usai kegiatan Uskup Agustinus mengajak seluruh para tamu undangan untuk berfoto bersama kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.[02/pp]
